"Cangkem Mambu" - Cerita Kanjeng



CANGKEM MAMBU

Seri Konten "Glenak-Glenik Seger Waras"
...


"Pakne, nanti makan malamnya Sampeyan pesen gofood saja ya," Yu Seger ngrayu Kang Waras, suaminya.

"Kok dingaren? Kamu nggak masak?"

"Nggak sempat. Sebentar lagi aku mau ikut webinar."

"Webinar apa lagi? Tiap hari kamu sudah ngerumpi online sama Mbak Yanti, Yu Paerah, Lik Sipon. Apa masih kurang?"

"Justru itu, Pakne. Sebentar lagi kami berempat mau gabung zoom, membahas isu terkini yang sedang anget banget."

"Isu apalagi? Isu vaksin? Isu depopulasi? Atau isu anaknya Kang Gimin yang hamil sebelum nikah itu? Aku heran hlo sama kamu itu, wong kok saben hari rembugane ora mutu."

"Bukan, Pakne. Ini lebih serius. Webinar ini nanti spesifik membahas tentang pemeran video syur 19 detik yang sudah ditersangkakan oleh kepolisian tapi tadi malam malah masih jadi bintang tamu di acara bergengsi tv nasional. Itu kan urgent. Berbahaya. Ini soal moral bangsa, Pakne. Soal peradaban."

"Duh, duh, duuuhhh..., bojoku sing ayune turah-turah. Dengarkan dulu ya, aku mau tanya."

"Tanya soal apa?"

"Yang jelas bukan soal moral bangsa, bukan juga soal peradaban. Kuwi kedhuwuren, Wong Ayu. Kamu nggak usah melu-melu membahas soal itu."

"Terus mau tanya soal apa, Pakne, Kang Waras suamiku sing baguse kurang sethithik?"

"Soal ini: kamu tadi sudah shalat asar? Ini sudah hampir surup, meh magrib."

"Sudah."

"Tadi sebelum shalat juga wudlu dulu?"

"Ya sudah pasti."

"Waktu kamu wudlu tadi sesudah membasuh telapak tangan ya dilanjut berkumur membersihkan mulut?"

"Ya wis genah ta, Pakne. Urutannya kan memang begitu."

"Nah itu yang bikin aku gumun, heran."

"Kenapa heran? Apa yang aneh? Memangnya ada yang nggak wajar?"

"Ini yang bikin heran: kamu sudah shalat, sebelumnya sudah wudlu, wudlunya juga sudah tertib dengan termasuk membersihkan mulut. Tapi kenapa mulutmu masih bau nggak enak? Kenapa bibirmu masih gemar menjeb untuk ngece liyan? Kenapa lidahmu masih hobi ngrasani sesama?"

"Kok..."

"Nggak usah kak-kok-kak-kok," sergah Kang Waras sebelum Yu Seger menyelesaikan kalimat sanggahan. "Wis ayo nyang pawon. Kita masak bareng untuk makan malam," Tangannya Kang Waras ngrangkul pundak istrinya tercinta.
Baca juga:
"Alhamdulillah Sehat" - Cerita Kanjeng. ALHAMDULILLAH SEHAT. Serial konten "Syukur Tanpa Libur". . "San, Ihsan. Mbok mrene sedhilut wae, San.". "Nggih. Pripun, Kang?". "Anaknya Bu Ningsih meninggal. Kabarkan ke tetangga yang lain ya,
"Alhamdulillah Rukun" - Cerita Kanjeng. "Alhamdulillah Rukun". Seri Konten "Terus Syukur Tanpa Libur". . "Kang Bejo. Sampeyan sudah dengar kabar ibunya Mas Nur, Kang?" . "Iya. Wingi oleh kabar jare beliaunya sakit." . "Bukan cuma
"Alhamdulillah Bodho" - Cerita Kanjeng. . ALHAMDULILLAH BODHO. seri konten "Terus Syukur Tanpa Libur". ----------------------------------------------------------------------------------------------------. "Pagi tadi aku mangkel banget,
Misi Kami


Kontak
0812-2728-1565
0812-2728-1565
admin@kanjengdenim.com
Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Indonesia, 51171
Social Media
Marketplace
Daftar Jadi Sedulur Kanjeng
`Seduluran
Copyright Kanjeng Denim