Makna Motif Pager Pasopati Sarung Kanjeng

Motif Pasopati Sarung Kanjeng mengalami perkembangan dan pengembangan. Salah satu motif pengembangan dari Pasopati adalah Pager Pasopati. Secara makna, motif sarung batik Pager Pasopati Sarung Kanjeng tentu tidak terlepas dari motif Pasopati itu sendiri sebagai inti motif ini.

Pasopati memiliki arti tersirat tentang menahan hawa nafsu.


Dalam artikel kami sebelumnya tentang motif Pasopati, Sarung Kanjeng sudah menjelaskan mengenai motif Pasopati ini. Ia terinspirasi dari senjata milik Arjuna yang didapatkan setelah menjalani pertapaan. Pasopati didapatkan oleh Arjuna dalam pertapaannya dan setelah membuktikan kejernihan hati Arjuna.

Arjuna telah membuktikan bahwa dirinya memang memiliki hati yang bersih, yang mana dengan kebersihan hatinya tersebut, Arjuna menjalani ujian-ujian. Setelah melewati segala ujian itulah, Arjuna kemudian dinyatakan oleh Bathara Guru layak memperoleh senjata berupa panah tersebut.


Pager Pasopati, adalah perisai dan panah. Jika Pasopati merupakan senjata sakti milik Arjuna yang melambangkan penahan hawa nafsu, pengendali nafsu hewani manusia, maka Pager adalah perisai diri untuk lebih meredam nafsu tersebut.

Pager Pasopati menggambarkan bahwa manusia yang memiliki hawa nafsu, harus punya peredam agar nafsu tidak mengendalikan setiap tindakan manusia. Pager Pasopati adalah dua senjata dalam diri manusia untuk memerangi hawa nafsu.


Iman dan Ihsan barangkali dua hal yang menggambarkan Pager Pasopati. Untuk meredam nafsu, kita perlu memperkuat iman. Untuk memiliki ketahanan diri dalam memerangi nafsu, kita membutuhkan ihsan; perilaku baik dalam berucap, bertindak, bahkan berpikir.

Dalam motif Pager Pasopati, kita bisa melihat panah Pasopati berdiri berjajaran sebanyak 7 buah. Ketujuh panah Pasopati tersebut berdiri dengan diapit oleh garis tebal sebagai pagarnya. Tujuh buah panah di sini merupakan ekspresi implisit dari kata tujuh yang dalam bahasa jawa disebut dengan "Pitu".

Pitu, sesuai yang pernah kami sampaikan dalam penjelasan motif Pitu Sarung Kanjeng, memiliki kepanjangan dari Pitulungan, Pitutur baik, dan Pituduh dari Tuhan.

Pager Pasopati Sarung Kanjeng menjadi motif sarung batik yang secara makna memiliki filosofisnya yang sedemikian dalam. Kanjeng Denim sangat berharap siapa saja yang mengenakan sarung batik motif Pager Pasopati ini mampu menjadi insan yang salih, yang memegang teguh imannya, yang mampu berlaku, berkata, dan berpikir secara ihsan.
Baca juga:
Misi Kami


Kontak
0812-2728-1565
0812-2728-1565
admin@kanjengdenim.com
Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Indonesia, 51171
Social Media
Marketplace
Daftar Jadi Sedulur Kanjeng
`Seduluran
Copyright Kanjeng Denim