Makna Motif Sarung Batik Reruci Sarung Kanjeng

Motif batik Sarung Kanjeng Reruci terinspirasi dari kisah bertemunya Werkudara (Bima) dengan Dewa Ruci.


Suatu kala, Werkudara diperintah oleh gurunya untuk menemukan air suci kehidupan. Werkudara tanpa bertanya detailnya, langsung menuruti perintah sang guru.

Meski perintah tersebut sejatinya merupakan upaya sang guru untuk menghindarkan muridnya, yaitu Werkudara dari marabahaya perang baratayudha, Werkudara tetap melaksanakan perintah tersebut karena ia datang langsung dari titah sang guru.

Werkudara pun melakukan perjalanan pencarian air suci kehidupan yang sejatinya tak pernah ada. Dalam perjalanan pencarian tersebut, Werkudara menjumpai Dewa Ruci di suatu samudera. Dewa Ruci merupakan dewa yang memiliki tubuh kecil bahkan hanya seukuran genggaman tangan Werkudara.

Saat Werkudara menyampaikan tujuannya pada Dewa Ruci yang ia temui di tengah lautan itu, Dewa Ruci kemudian menyuruh Werkudara untuk masuk ke dalam telinganya. Tentu perintah ini sangat tidak masuk akal karena ukuran Dewa Ruci saja sudah kecil, apalagi lubang telinganya.

Namun dengan ketulusan dan tekad Werkudara melanjutkan titah sang guru, ia berhasil masuk ke dalam telinga Dewa Ruci. Di dalam telinga sang dewa itulah, Werkudara kemudian melihat luasnya lautan kehidupan.

Kisah pertemuan Werkudara dengan Dewa Ruci tersebut cukup populer di kalangan pecinta kisah pewayangan. Kisah tersebut merupakan ajaran tentang pengenalan jati diri. Werkudara sejatinya sedang mencari jati dirinya selama perjalanan menuruti titah sang guru.

Mengapa mengenali diri sendiri begitu penting? Karena dengan mengenali diri sendiri, maka kita akan mengenali siapa Tuhan Yang Menciptakan kita. Begitulah menurut Imam Al Ghazali,
من عرف نفسه فقد عرف ربه

Motif Sarung Kanjeng Reruci adalah motif yang mengandung arti tentang pencarian jati diri.


Dalam kisah Werkudara bertemu Dewa Ruci itu, Werkudara dianggap telah mencapai kesempurnaan karena ia memiliki sifat rendah hati, rela, patuh, dan tidak pernah lupa diri.

Tidak lupa diri pada sifat Werkudara tersebut kami gambarkan dalam motif Kawung pada sarung batik motif Reruci ini. Sementara sifat rendah hati, ada pada garis-garis lurus motif Reruci ini. Garis-garis itu merupakan ketundukan pada titah yang sudah ditetapkan.

Sedangkan sifat rela dan patuh tergambarkan pada garis lengkung menyerupai ranting dedaunan di bagian atas yang melingkup dua motif kawung dan garis-garis tadi. Lengkung-lengkungan serupa ranting itu juga merupakan gambaran ombak samudera, yaitu tempat di mana Werkudara bertemu Dewa Ruci.

Motif sarung batik Reruci keluaran Sarung Kanjeng ini dimaksudkan sebagai motif pengenalan jati diri. Dengan mengenali diri sendiri, kita bisa lebih bijak dalam menentukan jalan hidup. Kita jadi lebih berhati-hati terhadap apapun, lebih tahu mana yang boleh dan tak boleh dimakan karena kita telah mengenali apa yang dibutuhkan tubuh kita.

Mengenali diri sendiri juga akan membuat kita bisa tahu tindakan apa yang harus dilakukan ketika melihat kemungkaran di hadapan kita. Serta apa yang akan kita lakukan saat melihat kebahagiaan di depan mata. Dan seterusnya.


Sarung Kanjeng motif Reruci merupakan serial motif yang akan dikeluarkan secara bertahap. Selain Reruci, akan ada motif lain dalam seri motif Reruci ini.

Mari kenakan sarung batik motif Reruci dan jadikan ia sebagai busana dalam perjalanan pencarian jati diri kita.

Kami sangat berharap apa yang disampaikan dalam makna motif Reruci Sarung Kanjeng ini dapat dipahami oleh sedulur semua. Dengan mengenali makna motifnya, kami harap sedulur jadi punya rasa yang peka terhadap diri dan luasnya dunia.
Baca juga:
Misi Kami


Kontak
0812-2728-1565
0812-2728-1565
admin@kanjengdenim.com
Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Indonesia, 51171
Social Media
Marketplace
Daftar Jadi Sedulur Kanjeng
`Seduluran
Copyright Kanjeng Denim