Makna Motif Transenden Sarung Kanjeng

Tuhan menganugerahi manusia karunia-karunia. Yaitu akal, rasa, dan kehendak. Anugerah Tuhan ini merupakan karunia yang perlu dan semestinya dijaga dengan panjatan syukur tiada henti.

Syukur harus dilatih, dengan selalu ingat bahwa Tuhan lah yang menganugerahi karunia atas kita sebagai salah satu makhluknya. Bersyukur selayaknya dijadikan laku kehidupan kita setiap saat, setiap hari.

Terus bersyukur tiada henti akan segala karunia berupa akal, rasa, dan kehendak harus kita latih setiap saat karena dengan begitulah kita menjadi sadar bahwa Tuhan Maha Mampu.

Tiga karunia yang dianugerahkan Tuhan pada kita tersebut harus pula seimbang. Menyeimbangkan ketiganya merupakan upaya yang juga sudah semestinya kita latih. Demi mencapai hakikat tertinggi kita sebagai manusia, tiga karunia tersebut harus terjalin dengan seimbang.

Transenden adalah kondisi seimbang antara tiga karunia tersebut: akal, rasa, dan kehendak yang berjalin seimbang.


Bagaimana menyeimbangkannya? Yaitu saat manusia berada pada level ketenangan melalui penyerahan diri, dan melampaui batasan-batasan manusiawinya.

Yaitu ketika kesabarannya tak terbatas, ketika syukurnya melebihi nikmat yang disadarinya, ketika cintanya pada Tuhan melebihi cintanya pada apapun selain Tuhan.

Konsep Transenden itulah yang menginspirasi Sarah Monica, perancang motif Sarung Kanjeng Transenden. Sarah menjelaskan bahwa Transenden adalah kondisi seimbang antara karunia akal, rasa, dan kehendak berada di level tertinggi. Yaitu ketenangan dalam bertakwa.


Dalam kesempatan menyampaikan maksud dan makna dari motif yang ia rancang, Sarah menuliskan penutup tentang motif Transenden ini sebagai berikut:

"Berniatlah dengan kemurnian

Melangkahlah dengan penuh kesadaran

Dan biarkan semesta mengajarkanmu ketundukan

Itulah dirimu yang bertransenden"


Sarung Kanjeng motif Transenden merupakan mahakarya hasil kolaborasi Sarung Kanjeng dengan Sarah Monica, seorang penyair, antropolog UI, juga seorang jurnalis yang aktif menulis di berbagai media.

Sarung Kanjeng memang memiliki karya hasil kolaborasi dengan tokoh-tokoh penting. Kolaborasi ini dimaksudkan sebagai bentuk kemitraan positif. Yaitu untuk melahirkan mahakarya yang dapat diterima oleh sedulur Kanjeng secara khusus, serta masyarakat secara umum.

Salah satu motif hasil kolaborasi seperti ini adalah motif Transenden. Motif yang memiliki makna sangat dalam, tentang ketundukan manusia di bawah Tuhannya. Tentang keselarasan antara tiga karunia Tuhan.

Transenden, seperti dijelaskan di awal tadi, adalah kondisi seimbang antara akal, rasa, dan kehendak yang ada dalam diri manusia. Penyelarasan tiga karunia Tuhan ini perlu dilatih dengan teguh.

Seperti motif-motif Sarung Kanjeng yang lain, Transenden pun diproduksi dengan tetap membawa pesan penting yang ingin kami sampaikan melalui motif Transenden ini.

Kami masih berharap dengan pemberian makna pada setiap motif sarung batik kami seperti ini, Sarung Kanjeng lebih dikenal sebagai sarung batik yang dapat diterima dan dipahami oleh sedulur Kanjeng. Dengan begitu, sedulur yang memakai Sarung Kanjeng dapat meresapi makna setiap motifnya saat mengenakan sarung batik produksi kami.
Baca juga:
Misi Kami


Kontak
0812-2728-1565
0812-2728-1565
admin@kanjengdenim.com
Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Indonesia, 51171
Social Media
Marketplace
Daftar Jadi Sedulur Kanjeng
`Seduluran
Copyright Kanjeng Denim