Kawung Pasopati, Kombinasi Dua Motif Penahan Nafsu

Kawung Pasopati, Motif Sarung Batik Pekalongan Sarung Kanjeng. Makna filosofis motif Kawung Pasopati yang bisa diambil sebagai pelajaran oleh kita sebagai manusia. Motif sarung batik Kawung Pasopati Sarung Kanjeng terdiri dari dua motif kami sebelumnya.

Kawung, yang melambangkan kesadaran akan asal muasal. Serta Pasopati yang melambangkan senjata penahan hawa nafsu hewani kita sebagai manusia.


Kawung Pasopati merupakan pengembangan dari dua motif tersebut. Motif Kawung yang memiliki bentuk sesuai dari inspirasi muasalnya, yaitu buah kolang-kaling. Berbentuk bulat melonjong. Kawung juga menggambarkan kasih perempuan.

Mengapa demikian? Karena sesuai sejarahnya yang pernah kami tuliskan dalam artikel kami tentang Kawung, Kawung berasal dari adanya kisah seorang pemuda dengan ketenarannya sebagai pemuda penuh wibawa dari sebuah pelosok desa.

Ketenaran dan keharuman nama baik pemuda tersebut akhirnya mengundang Raja di wilayahnya untuk mendatangkan pemuda tersebut ke kerajaan. Sang raja penasaran dengan kewibawaan pemuda tersebut dan ingin melihat dan mendengar langsung dari pemuda ini.

Saat pemuda mendengar undangan dari kerajaan itu, ia menyampaikannya pada sang ibu. Ibunda dari pemuda ini kemudian dibuatkan kain batik untuk menghadap sang raja. Motif kain batik ini disebut Kawung. Ia adalah bentuk kasih sayang seorang perempuan terhadap anak lelakinya.

Dalam motif tersebut, sang ibu menyampaikan pesan agar puteranya selalu mengingat dari mana asal usulnya. Meski mendapatkan kehormatan dari raja, ia tak boleh angkuh. Sang ibu ingin mengajarkan bahwa kita sebagai manusia haruslah tetap memiliki kesadaran akan siapa diri kita.


Dan dalam motif Kawung Pasopati ini, Kanjeng Denim mengharapkan spirit dan pelajaran tersebut dapat dipahami dan diresapi melalui sarung batik motif Kawung Pasopati.

Motif sarung batik Pekalongan Kawung Pasopati Sarung Kanjeng adalah ekspresi kesadaran akan siapa diri kita. Kesadaran akan asal muasal diri kita. Setinggi apapun jabatan kita di dunia, kita harus mengingat dan terus mengingat dari mana kita berasal sebelum memperoleh jabatan tersebut.

Kawung Pasopati adalah kesadaran diri, sekaligus peredam nafsu. Kedua motif ini, Kawung dan Pasopati, digabungkan dengan harapan siapa saja yang mengenakan motif Kawung Pasopati mampu menjadi pribadi yang dapat menahan hawa nafsunya agar tidak lupa dari mana ia berasal. Biasanya, nafsu yang tidak diredam akan membuat manusia lupa asal muasalnya, bahkan karena nafsu manusia bisa lupa bahwa dirinya adalah manusia.


Kawung Pasopati adalah kombinasi sahih sebagai pengingat dalam diri kita. Bahwa nafsu harus diredam dengan kesadaran. Bahwa sisi hewani kita sebagai manusia harus dikekang oleh kasih sayang. Bahwa panah pasopati, harus dikawungi.

Wallahu a'lam.
Baca juga:
Misi Kami


Kontak
0812-2728-1565
0812-2728-1565
admin@kanjengdenim.com
Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Indonesia, 51171
Social Media
Marketplace
Daftar Jadi Sedulur Kanjeng
`Seduluran
Copyright Kanjeng Denim